Rabu, 21 April 2010

HINGGAP SINGGAH


Rasaku kepadamu menjelmakanku awan
kemudian...
rasamu padaku mengubahku jadi hujan



Nb : setelah mengulang-ulang mendengar 'Mesin Penenun Hujan'nya FRAU
*FRAU, begitu dia memberi nama dirinya khusus di panggung, dari Bahasa Jerman yang berarti IBU... Nama aslinya LeiLANI Hermiasih Suyenaga, seorang gadis 21 tahun dari Jogja berdarah campuran Jogja-Hawai-Jepang, ditemani OSCAR pianonya dia sering performance disertai aksi pantomim di panggung. Yang mau download lagu-lagunya silakan klik >>> http://yesnowave.com/?p=531 gratis!






Rabu, 14 April 2010

KACANG SEANDAINYA

Seorang gadis mengusir konsentrasiku membaca novel romantis
mendudukkan dirinya di bangku depanku
tiga bungkus snack kacang dia tebar di meja

Bungkus pertama dibuka...
bulatan kacang itu dia pandang kasihan
sedang berdukakah gerangan karena sebentar lagi
kacang itu dimakamkan dalam perutnya?

Dia berhasil memaksa diriku menutup novel yang kubaca
atraksi ini harus dinikmati, ya!
karena muka berdukanya segera terganti
wajah seperti memendam kesumat

Kacang satu-persatu dikunyahnya kejam
matanya berkaca penuh benci
dibalikkannya bungkus kacang, jatuh sebuah undian
sebuah pena dirampasnya segera dari kantongnya

Dia menulis di kertas undian pertama
bagiku tak penting, saya masih ingin menontonnya
namun, diselipkannya kertas itu di halaman pertama
novel yang kubaca

Dia tahu saya tak tertarik membacaya
karena atraksi bungkusan kedua telah dimulai
kekecewaan berat terbaca ketika bungkus kedua ludes
ditemukannya kertas undian kedua
Lagi, dia menulis
pun diselipkan ke novelku

Masih tersisa satu bungkusan
segera terjamah untuk dikunyah dengan jahat
kupon undian lagi
ditulisi, diselipkan lagi

Dia mempertemukan kedua tangannya, membersihkan sekadarnya
ada pesan samar tersampaikan oleh matanya
saat sebuah senyum sinis merasuki bibirnya
disusul sebuah sendawa puas

Gadis itu pergi meninggalkanku dengan tiga sampahnya
dan....
meniggalkan tiga kupon undian!

Kupon undian I
Kacang ini dicabik oleh gigiku, kau tak dengar badan mereka remuk?
Aww, pasti sakit!

Kupon undian II
Kemudian mereka diulek-ulek dalam usus. Hancurrr leburrr...
Huahahahaha, rasakan!

Kupon undian III
Besok pagi saya akan ke WC, mereka berkentut-kentutan minta dikeluarkan
tak tahan disiksa dalam perutku.
Sial lu, lu semua hanya TAI....

Sayang Gadis, kacang hanya kau pura-purakan cinta







Rabu, 17 Maret 2010

LAGU 'PENYALAAN BERGILIR'


Tiup lilinnya...
tiup lilinnya...
tiup lilinnya tak ada kuenya...
tak ada kuenya...
tak ada kuenya...!!!





Minggu, 14 Maret 2010

MONALusuh



buka topeng senyummu MONA!
Sudah lusuh...





Selasa, 12 Januari 2010

AKU dan KAKAKKU


Kami cuma dua titik air sibuk
Berkelana menjadi uap, awan, salju, hujan
Akan berkumpul jika bertemu dengan Samudra
Ibu kami





Kamis, 07 Januari 2010

JAMtung




detik-detik jantung
detak detak jam

Tuhan menanamkan jamtung di tiap-tiap hidup
suatu saat akan berhenti berdetik...





Rabu, 16 Desember 2009

PUISI (pri)LAKU

Mataku lebih banyak jatah belakangnya saat membantunya memasak
"Kau selalu berfikir bahwa kau tak penting bagiku
kukira kau memang ingin diperlakukan demikian."
itu punggung Makku

* * *

Dilambatkan dengan ritual membungkus kaki
selalu, sebelum keluar rumah
"Lelaki hanyalah lelaki, bukan malaikat."
wanita sedarahku memantraiku demikian

* * *

Seorang perempuan renta memiliki waktu tersita banyak
dipeluk erat tempat tidurnya
"Tak mampu menjagamu lagi, maka berdoalah
Dia lebih mengawasimu!"
minyak gosok dan balsem bergantian jadi parfumnya

* * *

Matanya mengaum keras seperti
lega sehabis balapan tanpa lawan di jalan raya
"Kau seperti motor-motor payah yang kulombai
banyak juniormu sudah melarikan
jatah sarjananya masing-masing
kau?
kapan?"
berikutnya kakak iparku itu
melanjutkan perang dengan keyboard

* * *

Lelaki hampir setengah tahun
bisa duduk dengan bantuan dipangku
"Baru bisa menangis dan tertawa ke arahmu
sesekali menghadiahimu cairan hangat
yang mengalir dari kelaminku."
senyumnya tetap akan membahagiakan
walau tanpa kehadiran gigi memagari mulutnya
matanya hilang
saking sipitnya; mata Umminya!