Rabu, 14 Mei 2008
GADISSEDIH
Senyumpun tak pernah menghuni bibirnya
Lebih kaget lagi…
Hari ini untuk pertama kali dia tersenyum, aneh pula
Hebat dia : tersenyum dengan mata sedih bersungai
Suaranya mengalir ke telingaku
“Bantu aku berdoa :
Ya Tuhan…
Anugerahkanlah kesedihan seumur usia
Jika kegembiraan ternyata hanya sesaat”
ZIARAH
Terkabar seorang sepupu sakit
“mungkin lagi di samperin almarhum kakeknya!”
Beramai-ramai handai taulan pergi
Ke rumah paling tenang kakek
* * *
Seorang teman bertanya
“Mengapa kamu menangis?”
Entahlah, mataku sakit kepanasan
Mungkin di samperin arwah mainan-mainanku sewaktu kecil
Tanpa sepengetahuanku
Mainan garis-garisku telah dipersahabatkan dengan tempat sampah…
Mainan kata-kataku terlanjur dijabattangankan dengan api…
Lalu kemana saya harus mengunjunginya?
Hikz… seperti lagu dangdut jaman dulu :
"Oh Tuhan…
Tunjukkan padaku
Dimana kuburnya?"
Saya rindu ‘mainanku’…
Jumat, 02 Mei 2008
DJELANGTUNG
Djelangtung Djelangtung
Datang tak di undang…
Pergi tak diusir…
Datang tak di undang…
Pergi tak diusir...
Djelangtung Djelangtung
Di sini ada perang
Perang batu di unhas…
*Hare gene, saat orang perang teknologi ternyata masih ada yang pakai batu. Teori Siklus kali yah?
SURAT YANG TAK PERNAH SEMPAT SAMPAI
Yth. Ayahanda Rektor Universitas hasanuddin
di
Tempat
Coba… lebih teliti lagi…
Sebuah pesta syukuran penerimaan masyarakat baru di kampus
Mengapa tidak dicantumkan, bahwa ada pesta batu setiap tahun?
010905
Maaf, saya tak akan hadir!
Rabu, 30 April 2008
DOA BIRRUL WALIDAIN
Izinkanlah saya membalas
pemberian samudra kasih sayang orang tuaku
walau kemampuanku hanya setitik air...
Amien ya rabbal alamien!
Kamis, 17 Januari 2008
SEPASANG SAYAP PUISI UNTUK MAK
kepada : Mak
Hanya kuasa diam
saat pertanyaan: "Mengapa selalu membuatku tertawa?"
kau serangkan kepadaku
Jawabanku akan kosong makna bagimu
walau hatiku limbung mempertahankan
"Apakah tertawa karena lucu adalah kebahagiaan?"
PENSIUNAN
kepada : Mak (lagi!)
Senyum sudah bersemayam di bibirmu
maka...
aku mengajukan permohonan
pensiun...
untuk...
menjadi...
Pelawak!
Maaf MAK, Aku benci keIBUanmu!
Mak, mengapa kau membelikan sepatu mahal itu
sedangkan kau selalu mengeluhkan kiriman untuk Nenek yang tak kunjung datang?
Mak, mengapa kau membelikan baju-baju bagus itu
sedangkan rengekan dari anak-anak dan adik-adikmu bisa saja datang menghantam telingamu setiap saat?
Mak, mengapa kita harus pura-pura kaya?
Mengapa kau selalu haus pujian dari kepura-puraan kita ini?
Mak, aku benci ketegaranmu
aku benci kesabaranmu untuk terus melakoni peran bodoh ini
Mak, tak ada kebahagiaan yang kudapat dari akting 'orang kaya' memuakkan ini
Seperti kau juga kan?
Tak mendapatkan senyum itu... (?)
Mak, rampas kembali senyummu Mak...
Senyum yang tiga tahun telah dibawa serta Bapak pergi
Bukaaan... bukan dari sinetron ini
Tapi dari kejujuran kita
dari kesederhanaan kita...
Mak, milikilah aku sekarang
yang sombong dengan kesederhanaannya
Spesial tuk Tn RATUku sayang!
"Maaf, saya tak bisa jadi orang lain. Bersikap ariflah seperti Tn RAJA, yang bangga memilikiku dengan segala keanehanku!"
150407